Kamis, 14 Agustus 2014
PENGERTIAN MIKROKONTROLER
Mikrokontroler adalah
sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umunya
dapat menyimpan program didalamnya. Mikrokontroler umumnya terdiri dari CPU
(Central Processing Unit), memori, I/O tertentu dan unit pendukung seperti
Analog-to-Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi di dalamnya.
Kelebihan utama dari mikrokontroler ialah tersedianya RAM dan peralatan I/O
pendukung sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi sangat ringkas.
Mikrokontroler MCS51 ialah mikrokomputer CMOS 8 bit dengan 4 KB Flash PEROM
(Programmable and Erasable Only Memory) yang dapat dihapus dan ditulisi
sebanyak 1000 kali. Mikrokontroler ini diproduksi dengan menggunakan teknologi
high density non-volatile memory. Flash PEROM on-chip tersebut memungkinkan
memori program untuk diprogram ulang dalam sistem (in-system programming) atau
dengan menggunakan programmer non-volatile memory konvensional. Kombinasi CPU 8
bit serba guna dan Flash PEROM, menjadikan mikrokontroler MCS51 menjadi
microcomputer handal yang fleksibel. Bentuk Fisik Mikrokontroler Keluarga MCS51
40 Pin Arsitektur perangkat keras mikrokontroler MCS51 mempunyai 40 kaki, 32
kaki digunakan untuk keperluan 4 buah port pararel. 1 port terdiri dari 8 kaki
yang dapat di hubungkan untuk interfacing ke pararel device, seperti ADC,
sensor dan sebagainya, atau dapat juga digunakan secara sendiri setiap bitnya
untuk interfacing single bit septerti switch, LED, dll. Karakteristik lainya
dari mikrokontroler MCS51 sebagai berikut : Low-power 32 jalur masukan/keluaran
yang dapat diprogram* Dua timer counter 16 bit RAM 128 byte Lima interrupt
Tidak seperti sistem komputer, yang mampu menanganiberbagai macam program
aplikasi (misalnya pengolah kata, pengolah angkadan lain sebagainya),
mikrokontroler hanya bisa digunakan untuk suatu aplikasi tertentu saja (hanya
satu program saja yang bisa disimpan). Perbedaan lainnya terletak pada
perbandingan RAM dan ROM. Pada sistem komputer perbandingan RAM dan ROM-nya
besar, artinya program-program pengguna disimpan dalam ruang RAM yang relatif
besar, sedangkan rutin-rutin antarmuka perangkat keras disimpan dalam ruang ROM
yang kecil. Sedangkan pada Mikrokontroler, perbandingan ROM dan RAM-nya yang
besar, artinya program kontrol disimpan dalam ROM (bisa Masked ROM atau Flash
PEROM) yang ukurannya relatif lebih besar, sedangkan RAM digunakan sebagai
tempat penyimpan sementara, termasuk register-register yang digunakan pada
mikrokontroler yang bersangkutan. Kelebihan Sistem Dengan Mikrokontroler Penggerak
pada mikrokontoler menggunakan bahasa pemograman assembly dengan berpatokan
pada kaidah digital dasar sehingga pengoperasian sistem menjadi sangat mudah
dikerjakan sesuai dengan logika sistem (bahasa assembly ini mudah dimengerti
karena menggunakan bahasa assembly aplikasi dimana parameter input dan output
langsung bisa diakses tanpa menggunakan banyak perintah). Desain bahasa
assembly ini tidak menggunakan begitu banyak syarat penulisan bahasa
pemrograman seperti huruf besar dan huruf kecil untuk bahasa assembly tetap
diwajarkan. Mikrokontroler tersusun dalam satu chip dimana prosesor, memori,
dan I/O terintegrasi menjadi satu kesatuan kontrol sistem sehingga
mikrokontroler dapat dikatakan sebagai komputer mini yang dapat bekerja secara
inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem. Sistem running bersifat berdiri
sendiri tanpa tergantung dengan komputer sedangkan parameter komputer hanya
digunakan untuk download perintah instruksi atau program. Langkah-langkah untuk
download komputer dengan mikrokontroler sangat mudah digunakan karena tidak
menggunakan banyak perintah. Pada mikrokontroler tersedia fasilitas tambahan
untuk pengembangan memori dan I/O yang disesuaikan dengan kebutuhan sistem.
Harga untuk memperoleh alat ini lebih murah dan mudah didapat.
Langganan:
Komentar (Atom)